Clocks for website
<a href="http://www.clock4blog.eu">clock for blog</a>
Free clock for your blog


.....Welcome To My Blog.....



Rabu, 26 Agustus 2009

Fungsi2 Dalam Excel

FUNGSI MATEMATIKA

Fungsi Keluarga Sinus dan Cosinus

Fungsi PI
Fungsi ini berguna untuk memperoleh nilai π ( baca : phi ). Hasilnya berupa nilai 3,14.

Fungsi DEGREE
Fungsi ini berguna untuk mengonversi sudut dalam satuan radian ke derajat.
Format : =DEGREE(sudut)

Fungsi Radians
Berguna untuk mengonversi sudut dalam satuan derajat menjadi radian.
Format : =RADIANS(sudut)

Fungsi COS
Berguna untuk mendapatkan nilai cosinus dari suatu nilai sudut dengan satuan radian.
Format : =COS(sudut)

Fungsi SIN
Berguna untuk mendapatkan nilai sinus dari suatu nilai sudut dengan satuan radian.
Format : =SIN(sudut)

Fungsi TAN
Berguna untuk mendapatkan nilai tangen dari suatu nilai sudut dengan satuan radian.
Format : =TAN(sudut)

Fungsi ACOS
Berguna untuk mendapatkan nilai arccosine / kebalikan dari cosinus.
Format : =ACOS(bilangan)

Fungsi ASIN
Untuk mendapatkan nilai arcsine / kebalikan dari sinus.
Format : =ASIN(bilangan)

Fungsi ATAN
Berguna untuk mendapatkan nilai arctangent / kebalikan dari tangent.
Format : =ATAN(bilangan)
Fungsi ATAN2
Untuk mendapatkan nilai arctangent / kebalikan dari tangent berdasarkan dua buah nilai.
Format : =ATAN2(bil_x,bil_y)



Fungsi Hiperbolik

Fungsi COSH
Berguna untuk mendapatkan cosinus hiperbolik dari suatu angka.
Format : =COSH(bilangan)

Fungsi SINH
Berguna untuk mendapatkan sinus hiperbolik dari suatu angka.
Format : =SINH(bilangan)

Fungsi TANH
Berguna untuk mendapatkan tangent hiperbolik dari suatu angka.
Format : =TANH(bilangan)

Fungsi ACOSH
Berguna untuk mendapatkan kebalikan cosinus hiperbolik dari suatu angka.
Format : =ACOSH(bilangan)

Fungsi ASINH
Berguna untuk mendapatkan kebalikan sinus hiperbolik dari suatu angka.
Format : =ASINH(bilangan)

Fungsi ATANH
Berguna untuk mendapatkan kebalikan tangent hiperbolikdari suatu angka.
Format : =ATANH(bilangan)



Fungsi Pembulatan

Fungsi CEILING
Berguna untuk melakukan pembulatan ke atas berdasarkan suatu nilai penentu.
Format : =CEILING(bilangan,faktor pembulat)
Contoh : =CEILING(2.5,1) → pembulatan dilakukan ke bilangan di atas 2,5 yang merupakan kelipatan dari 1. Hasil : 3

Fungsi FLOOR
Berguna untuk melakukan pembulatan ke bawah berdasarkan suatu nilai penentu.
Format : =FLOOR(bilangan,faktor pembulat)
Contoh : =FLOOR(3.9,1) → pembulatan dilakukan ke bilangan di bawah 3,9 yang merupakan kelipatan dari 1. Hasil : 3
Fungsi EVEN
Berguna untuk membulatkan suatu bilangan ke atas ke bilangan genap terdekat. Namun,kalau bilangan yang akan di bulatkan sudah berupa bilangan genap,tidak terjadi pembulatan.
Format : =EVEN(bilangan)
Contoh : =EVEN (1.5) → pembulatan ke bilangan genap terdekat yang lebih dari 1,5.Hasil : 2
Fungsi ODD
Berguna untuk membulatkan suatu bilangan ke atas ke bilangan ganjil terdekat. Namun,kalau bilangan yang akan dibulatkan sudah berupa bilangan ganjil, tidak terjadi pembulatan.
Format : =ODD(bilangan)
Contoh : =ODD (1.5) → pembulatan ke bilangan ganjil terdekat yang lebih dari 1,5. Hasil : 3

Fungsi INT
Berguna untuk melakukan pembulatan bilangan ke bawah ke bilangan bulat terdekat.
Format : =INT(bilangan)
Contoh : =INT(1.92) → Hasil : 1

Fungsi MROUND
Berguna untuk melakukan pembulatan ke bawah / ke atas tergantung pada faktor kelipatan pembulatan. Pembulatan dilakukan ke atas hanya jika sisa pembagian dengan faktor pembulat lebih besar / sama dengan setengah dari faktor pembulat.
Format : =MROUND(bilangan,faktor pembulat)
Contoh : =MROUND(2.92,1) → pembulatan ke atas karena sisa pembagian terhadap 1 adalah sebesar 0,92 yang lebih besar dari setengah faktor pembulat. Hasil : 3

Fungsi ROUND
Untuk melakukan pembulatan sampai ke sejumlah digit.
Format : =ROUND(bilangan,jum_digit)
Contoh : =ROUND(2.925,2) → pembulatan dengan bagian pecahan terdiri atas 2 digit. Hasil : 2.93

Fungsi ROUNDOWN
Menyerupai fungsi ROUND. Namun, pembulatan selalu ke bawah.
Format : =ROUNDDOWN(bilangan,jum_digit)

Fungsi ROUNDUP
Menyerupai fungsi ROUND. Namun,pembulatan selalu ke atas.
Format : =ROUNDUP(bilangan,jum_digit)

Fungsi TRUNC
Untuk mendapatkan bagian bulat dari suatu bilangan real.
Format : =TRUNC(bilangan)
Contoh : =TRUNC(4.3) → 4

Fungsi QUOTIENT
Untuk mendapatkan bagian bulat hasil pembagian.
Format : =QUOTIENT(pembilang,penyebut)



Fungsi Range dan Array

Fungsi MDETERM
Berguna untuk memperoleh determinan matriks.
Format : =MDETERM(array)

Fungsi MINVERSE
Untuk memperoleh inversi suatu matriks.
Format : MINVERSE(array)

Fungsi MMULT
Untuk mengalikan 2 buah matriks.
Format : =MMULT(array1,array2)

Fungsi SUMPRODUCT
Untuk menjumlahkan hasil perkalian eleme-elemen matriks pada posisi yang sama.
Format : =SUMPRODUCT(array_1,array_2,…)

Fungsi SUMX2MY2
Merupakan implementasi dari rumus : ∑ (x² - y² )
Format : =SUMX2MY2(array_x,array_y)

Fungsi SUMX2PY2
Merupakan implementasi dari rumus : ∑ (x² + y² )
Format : =SUMX2PY2(array_x,array_y)

Fungsi SUMXMY2
Merupakan implementasi dari rumus : ∑ ( x-y )²
Format : =SUMXMY2(array_x,array_y)

Fungsi COUNTIF
Untuk memperoleh jumlah sel dalam suatu range yang memenuhi criteria tertentu.
Format : =COUNTIF(range,criteria)



Fungsi Pembangkit Bilangan Acak

Fungsi RAND
Untuk mendapatkan sebuah bilangan acak yang nilainya lebih besar / sama dengan nol dan kurang dari 1.
Format : =RAND()

Fungsi RANDBETWEEN
Untuk mendapatkan bilangan acak yang terletak antara suatu nilai dengan nilai yang lain.
Format : =RANDBETWEEN(a,b)


Fungsi Statistika Dasar

Fungsi COMBIN
Untuk memperoleh jumlah kemungkinan sejumlah pasangan data terhadap sejumlah data.
Format : =COMBIN(jumlah_data,jumlah_pasangan_data)

Fungsi FACT
Untuk memperoleh factorial dari suatu bilangan.
Format : =FACT(bilangan)

Fungsi SUM
Untuk menjumlahkan semua nilai argument.
Format : =SUM(bil_1,bil_2,…)

Fungsi SUMIF
Untuk menjumlah sel-sel yang memenuhi criteria tertentu.
Format : =SUMIF(range,criteria,range_yang_dijumlah)

Fungsi SUMSQ
Untuk menjumlahkan kuadrat dari semua argument.
Format : =SUMSQ(bil_1,bil-2,…)


Lain-Lain

Fungsi ABS
Untuk memperoleh nilai absolute dari suatu bilangan.
Format : =ABS(bilangan)
Contoh : =ABS(3)→3

Fungsi LOG
Untuk memperoleh logaritma dari suatu bilangan dengan basis logaritma bisa diatur.
Format : =LOG(bilangan,basis)

Fungsi LOG10
Untuk mendapatkan logaritma berbasis 10 terhadap suatu bilangan.
Format : =LOG 10(X)

Fungsi MOD
Untuk mendapatkan sisa pembagian.
Format : =MOD(bilangan,pembagi)
Contoh : =MOD(3,2)→ 1 (3-2*1)

Fungsi POWER
Untuk menghitung pangkat.
Format : =POWER(x,y)

Fungsi GCD
Untuk mendapatkan FPB
Format : =GCD(bil_1,bil_2,…)

Fungsi LCM
Untuk mendapatkan KPK.
Format : =LCM(bil_1,bil_2,…)

Fungsi PRODUCT
Untuk mengalikan semua nilai argument.
Format : =PRODUCT(bil_1,bil_2,…)

Fungsi SIGN
Untuk memperoleh tanda bilangan.
Format : =SIGN(bilangan)

Fungsi SQRT
Untuk memperoleh akar kuadrat suatu bilangan.
Format : =SQRT(bilangan)



FUNGSI STATISTIKA

Fungsi COUNT
Menghitung jml data argument. Contoh : =COUNT(A1:A10)

AVERAGE
Menghitung nilai rata-rata dari seluruh afgumen. Contoh : =AVERAGE(A1:A10)

DEVSQ
Menghitung jml deviasi kuadrat. Contoh : =DEVSQ(A1:A10)

MAX
Memperoleh nilai terbesar dari seluruh argument. Contoh : =MAX(A1:A10)

MEDIAN
Memperoleh nilai median dari seluruh argument. Contoh : =MEDIAN(A1:A10)

MODE
Memperoleh nilai mode(nilai yang paling banyak berulang) dari seluruh argument.
Contoh : =MODE(A1:A10)

PERMUT
Memperoleh nilai permutasi. Contoh : =PERMUT(100,3)

STDEV
Memperoleh deviasi standar. Contoh : =STDEV(A1:A10)

VAR
Memperoleh nilai varians dari suatu sample. Contoh : =VAR(A1:A10)



FUNGSI TEKS


Fungsi CHAR
Untuk memperoleh karakter berdasarkan suatu kode bilangan.
Format : =CHAR(bilangan)

CLEAN
Untuk membuang semua karakter yang tidak dapat ditampilkan.
Format : =CLEAN(teks)

CODE
Untuk mendapatkan nilai numeric dari karakter pertama dalam teks argument.
Format : =CODE(teks)

CONCATENATE
Untuk menggabungkan sejumlah teks.
Format : =CONCATENATE(teks_1,teks_2,…)

EXACT
Untuk memeriksa kesamaan 2 buah teks tanpa memandang format yang
Digunakan.
Format : =EXACT(teks_1,teks_2)

FIND
Untuk mencari suatu keberadaan suatu teks dalam suatu teks.
Format : =FIND(teks_1,teks_2,awal_pencarian)

FIXED
Untuk memformat bilangan menjadi suatu teks.
Format : =FIXED(bilangan,jum_desimal,tanpa_koma)
LEFT
Untuk memperoleh sejumlah karakter dari suatu teks dimulai dari yang terkiri.
Format : =LEFT(teks,jumlah)

LEN
Untuk memperoleh jumlah karakter yang terdapat pd suatu teks.
Format : =LEN(teks)

LOWER
Untuk mengonversi semua huruf capital menjadi huruf kecil.
Format : =LOWER(teks)
MID
Untuk memperoleh bagian suatu teks dimulai dari posisi yg dikehendaki pemakai.
Format : =MID(teks,posisi_awal,jumlah)

PROPER
Untuk membuat setiap huruf di awal kata dikapitalkan.
Format : =PROPER(teks)

REPLACE
Untuk mengganti bagian dari suatu teks dengan suatu teks.
Format : =REPLACE(teks,posisi_awal,jum_kar,teks_pengganti)

REPT
Untuk mengulang teks beberapa kali.
Format : =REPT(teks,jumlah)

RIGHT
Untuk mendapatkan sejumlah karakter pada bag.kanan teks.
Format : =RIGHT(teks,jumlah)

SEARCH
Mempunyai kegunaan seperti pada FIND,tetapi tidak membedakan huruf capital dan huruf kecil.
Format : =SEARCH(teks_1,teks_2,awal_pencarian)

SUBTITUTE
Untuk mengganti suatu bag.teks yg terdapat dlm suatu teks dgn teks yg lain.
Format : =SUBTITUTE(teks,teks_akan_diganti,teks_pengganti,jumlah)

Fungsi T
Fungsi yg akan menghasilkan teks sesuai dengan argument kalau argument berupa teks,tetapi akan menghasilkan string kosong kalau argument berupa bilangan.
Contoh : =T(“123”)→ “123”


TEXT
Untuk memformat suatu nilai menjadi teks.
Format : =TEXT(nilai,format)

TRIM
Untuk membuang spasi-spasi yang ada di awal dan di akhir teks.
Format : =TRIM(teks)

UPPER
Untuk mengonversi semua huruf kecil menjadi huruf capital.
Format : =UPPER(teks)

VALUE
Untuk mengubah teks menjadi bilangan.
Format : =VALUE (teks)



FUNGSI INFORMASI


COUNTBLANK(range)
Menghitung jml sel yang kosong yg terdapat pd range.

INFO(teks_tipe)
Menghasilkan informasi tentang lingkungan sist.Operasi

ISBLANK(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau sel kosong.

ISERR(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai menyatakan nilai kesalahan selain #N/A

ISERROR(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai menyatakan nilai kesalahan.

ISEVEN(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai menyatakan nilai genap.

ISLOGICAL(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai menyatakan nilai logika (TRUE/FALSE)

ISNA(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai berupa kode kesalahan #N/A

ISNONTEXT(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai bukan berupa teks.

ISNUMBER(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai berupa bilangan.

ISODD(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai menyatakan nilai ganjil.
ISREF(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai berupa referensi

ISTEXT(nilai)
Menghasilkan TRUE kalau nilai berupa teks.

N(nilai)
Mengonversi nilai ke bilangan.

TYPE(nilai)
Menghasilkan tipe nilai.
Jika nilai adalah bilangan,hasilnya 1
Jika nilai adalah teks,hasilnya 2
Jika nilai adalah nilai logika,hasilnya 4
Jika nilai adalah nilai kesalahan,hasilnya 8
Jika nilai adalah array,hasilnya 16



FUNGSI TEKNIK

BIN2DEC
Mengonversi dari bilangan biner (basis 2) ke decimal (basis 10).
Format : =BIN2DEC(bil_biner)

BIN2HEX
Mengonversi dari bilangan biner ke heksadesimal (basis 16).
Format : =BIN2HEX(bil_biner,digit_hasil)

BIN2OCT
Mengonversi dari bilangan biner ke octal (basis 8)
Format : =BIN2OCT(bil_biner,digit_hasil)

DEC2BIN
Mengonversi dari bilangan berbasis 10 ke biner.
Format : =DEC2BIN(bilangan,digit_hasil)


DEC2HEX
Mengonversi dari bilangan berbasis 10 ke heksadesimal.
Format : =DEC2HEX(bilangan,digit_hasil)

DEC2OCT
Mengonversi dari bilangan berbasis 10 ke octal
Format : =DEC2OCT(bilangan,digit_hasil)

HEX2BIN
Mengonversi dari bilangan berbasis 16 ke biner
Format : =HEX2BIN(bilangan,digit_hasil)
HEX2DEC
Mengonversi dari bilangan berbasis 16 ke basis 10
Format : =HEX2DEC(bilangan)

HEX2OCT
Mengonversi dari bilangan berbasis 16 ke basis 8.
Format : =HEX2OCT(bilangan,digit_hasil)


OCT2BIN
Mengonversi dari bilangan berbasis 8 ke biner.
Format : =OCT2BIN(bilangan,digit_hasil)

OCT2DEC
Mengonversi dari bilangan berbasis 8 ke decimal (basis 10)
Format : =OCT2DEC(bilangan)

OCT2HEX
Mengonversi dari bilangan berbasis8 ke heksadesimal.
Format : =OCT2HEX(bilangan,digit_hasil)



FUNGSI KEUANGAN


MENGHITUNG NILAI MENDATANG
Notasi matematika yg digunakan untuk menghitung nilai mendatang :
FV = PV (1+i)n.
Format : =FV(bunga,cacah_angsuran,angsuran,pv,tipe)

MENGHITUNG NILAI SEKARANG
Nilai sekarang dpt dihitung dgn menggunakan fungsi PV.
Format : =PV(bunga,cacah_angsuran,angsuran,fv,tipe)

MENGHITUNG NPV
Digunakan untuk menghitung kelayakan investasi.


MENGHITUNG IRR
Untuk menilai kelayakan suatu proyek.
Format : =IRR(.. : ..)

MENGHITUNG PEMBAYARAN AMORTISASI
Format : =PMT(6%,3,100000000)



FUNGSI LOOKUP DAN REFERENSI

Fungsi ADDRESS
Untuk membuat alamat sel dlm bentuk teks.
Format : =ADDRESS(id_baris,id_kolom,bil_abs,mode_al,nama_ws)

AREAS
Untuk memperoleh jml area dlm referensi.
Format : =AREAS(referensi)


COLUMN
Untuk memperoleh nomor kolom pd suatu referensi.
Format : =COLUMN(referensi)

COLUMNS
Untuk memperoleh jml kolom pd suatu array/referensi.
Format : =COLUMNS(array)

ROW
Untuk memperoleh nomor baris pd suatu referensi.
Format : =ROW(referensi)

ROWS
Untuk memperoleh jml baris pd suatu array/referensi.
Format : =ROWS(array)

INDEX
Ada 2 bentuk,yaitu :
Format : =INDEX(array,nomor_baris,nomor_kolom) → untuk mendapatkan sebuah nilai pd array.
Format : =INDEX(referensi,nomor_baris,nomor_kolom,nomor_area) → untuk memilih referensi yg dihasilkan dgn menyebut nomor areanya).

CHOOSE
Untuk memperoleh adalah 1 nilai argumennya melalui suatu indeks.
Format : =CHOOSE(indeks,nilai1,nilai2,nilai3,…)
INDIRECT
Untuk mendapatkan isi suatu referensi sel berdasarkan suatu teks.
Format : =INDIRECT(teks_referensi,mode_al)
OFFSET
Untuk memperoleh suatu referensi didasarkan pd posisi referensi.
Format : =OFFSET(referensi,jum_baris,jum_kolom,tinggi,lebar)

HYPERLINK
Untuk membuat link ke internet/intranet.
Format : =HYPERLINK(link,keterangan)

HLOOKUP
Untuk mendapatkan suatu data pd suatu daftar data. Daftar data disusun secara horizontal.
Format : =HLOOKUP(sel,referensi,area,table,data,offset)

VLOOKUP
Untuk mendapatkan suatu data pada suatu daftar data yang disusun secara vertical.
Format : =VLOOKUP(sel,referensi,area,table,data,offset)


MATCH
Untuk menentukan posisi suatu item dalam array.
Format : =MATCH(nilai_yang_dicari,array,tipe_pencocokan)

TRANSPOSE
Untuk mendapatkan transpose dari suatu array.
Format : =TRANSPOSE(array)

1 komentar:

  1. makaci bgd ya,,,ne mmbantu bgd bwd tgs Q. . .

    BalasHapus