Mubaligh di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Drs. H. Al Husaini, Jumat subuh mengatakan, menurut riwayat Abi Darda Radiallahu Anhu, sepanjang tahun terdapat lima keutamaan yang cukup istimewa di sisi Allah SWT, yakni malam Jumat, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, malam pertama bulan Rajab dan malam nisfu (pertengahan) bulan Sya`ban. Dikatakan, Rasulullah Muhammad SAW dalam sabdanya kepada istrinya Aisyah ra, menerangkan keutamaan malam nisfu Sya`ban, yang merupakan malam mustajabah (dikabulkan oleh Allah SWT). Oleh sebab itu, ia mengajak kaum muslim untuk meminta ampun dan bertobat kepada Allah SWT pada malam itu, antara lain dengan banyak-banyak membaca istighfar serta lebih banyak lagi melakukan ibadah. Ia menyatakan gembira atas kebiasaan sebagian besar kaum muslim di Indonesia yang begitu antusiasnya menyambut malam nisfu Sya`ban, seperti melaksanakan shalat berjamaah, baik berupa shalat fardhu Maghrib maupun shalat tobat, shalat hajad, serta ibadah lainnya. "Namun hal tersebut jangan hanya sekadar untuk menyemarakkan malam nisfu Sya`ban, tetapi lebih dari itu usai melakukan kegiatan berjama`ah baik di masjid maupun langgar (surau), hendaknya tidak mengulang kembali perbuatan sia-sia, seperti menonton tayangan teve yang tak ada manfaatnya," pesannya. "Sebagaimana hadits Rasulullah SAW, pada malam nisfu Sa`ban itu, Allah SWT melihat dan mendekati hamba-hamba Nya yang rajin serta banyak melakukan ibadah, karenanya pula segala pinta dan permohonan dimungkinkan untuk dikabulkan Allah SWT," tuturnya. Husaini mencontohkan sunnah rasul dimaksud, dimana ketika malam nisfu Sa`ban Nabi Muhammad SAW melakukan ziarah malam ke makam baqi (pekuburan para syuhada dan aulia Allah) seraya mendo`akan para almarhum dan almarhumah tersebut. Ia mengingatkan pula soal keutamaan malam nisfu Sa`ban tersebut tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan puasa pada siang harinya, karena masing-masing mempunyai dalil sendiri-sendiri. "Dalam kehidupan Rasulullah, baginda Muhammad SAW rajin melaksanakan puasa pada hari-hari menjelang pertengahan bulan hijriyah yaitu tanggal 13, 14 dan 15 berturut-turut," ungkapnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya kalau kaum muslim melaksanakan puasa pada bulan Sa`ban bukan hanya tanggal 15 atau pertengahannya saja, tetapi dilakukan sejak awal yaitu mulai tanggal 13 selama tiga hari berturut-turut, demikian Husaini.
Senin, 10 Agustus 2009
Sabtu, 08 Agustus 2009
pencerahan kalbu
Ada banyak pertanyaan kira-kira begini " sudah banyak sedekah, sholat baik yang wajib maupun sunnah.." tapi kenapa juga belum ada perubahaan dan keluar dari permasalahan, apa Allah gak menjawab doa-doanya..?Jawabannya mungkin boleh jadi seperti ini ada sebab pasti ada akibat, nah.. coba temuin dulu sebab dari sulitnya permintaan kita dijawab ama Allah, maaf boleh jadi disana ada dosa2 yang menjadi penghalang doa-doa, bagusnya mohon anpun dulu dari dosa2 yg pernah diperbuat bukankah manusia itu tempatnya kilaf dan dosa... dan bukankah kita dianjurkan untuk selalu beristrighfar setiap saat..?, itu tandanya agar kita memang gak luput dari kesalahan dan istighfar dalam upaya untuk selalu bersihin hati. Kan bagus banget kalau sedikit dosanya mudah2an makin deket dikabulkannya, walupun hak dikabulkannya itu tergantung Allah yang punya kuasa.Coba pake teori genteng yang bocor..., kalau hujan pasti airnya netes ke dalam rumah, airnya dilap pake kain pel Insya Allah kering, tapi itu bukan solusi.. mengapa..? karena kalau hujan dateng pasti bocor dan netes lagi begituuuu aja terus menerus, kecuali penyebab bocornya yang kudu dibenerin yaitu gentengnya yang bocor diganti ama yang baru.Nah ini sama aja dengan permohonan ampun kita, selama masih ada dosa yang belum diampuni makanya rada susah kita punya doa dikabulin ama yang KUASA..( bersambung.. )
dari: Ust. Yusuf Mansyur
Langganan:
Postingan (Atom)
